Liputan Lokakarya Batch 2 “Mereposisi Manajemen Keuangan untuk Menjawab Tuntutan Transparansi dan Akuntabilitas Organisasi Nirlaba di Indonesia”, Januari 2012
Untuk kali kedua HIVOS ROSEA bekerjasama dengan Yayasan Penabulu menghelat batch #2 Lokakarya sehari “Reposisi Manajemen Keuangan dalam Menjawab Tuntutan Transparansi dan Akuntabilitas Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia”.
Kegiatan ini dilaksanakan Selasa 10 Januari 2012 , mengambil tempat di Rumah Kemuning, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Yang hadir di Lokakarya ini adalah para pengambil keputusan tertinggi di lembaga masing-masing.
Hadir tiga narasumber dalam lokakarya ini, mereka adalah Gustaaf A Lumiu- mantan Direktur Keuangan Yayasan Kehati, Tri Purwanto – praktisi dan konsultan keuangan organisasi nirlaba, dan Eko K Komara – direktur eksekutif Yayasan Penabulu.
Be Be Giam – Finance Officer HIVOS, hadir dan memberikan kata pengantar. Dalam presentasinya ia menjelaskan betapa tuntutan transparansi dan akuntabillitas sudah menjadi keharusan yang melekat di tiap-tiap lembaga, di tengah-tengah kondisi pendanaan yang kian berkurang tiap tahunnya. Untuk meningkatkan kredibilitas lembaga maka memang mau tidak mau tiap lembaga seharusnya peduli dengan tuntutan ini.
“Sehingga cara-cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kredibitas lembaga adalah dengan memperbaiki manajemen lembaga, memisahkan fungsi, peran, dan wewenang dalam struktur organisasi”. Selain itu tuntutan yang ada adalah keharusan melakukan audit. Baik audit proyek, terlebih lagi audit lembaga”.
Sesi pagi sampai siang diisi oleh Gustaaf A Lumiu. Materi pertama yang dibawakan adalah soal “Tuntutan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan organisasi nirlaba di Indonesia”. Point-point uraian materinya: Tuntutan terhadap lembaga baik dari donor, manajemen internal, komunitas, publik, dan negara. Persaingan mendapatkan kepercayaan donor, publik, dan sumber pendanaan lainnya. Prinsip-prinsip, standar dan aspek transparansi dan akuntabilitas organisasi nirlaba.
Materi kedua tentang “Peran Strategis Manajemen Keuangan dalam Organisasi Masyarakat Sipil”. Membahas soal peran manajemen keuangan dalam organisasi nirlaba, kemudian bagaimana menjawab tuntutan transparansi dan akuntabilitas. Lalu bagaimana mekanisme pengambilan keputusan. dan perencanaan di lembaga organisasi nirlaba.
Usai istirahat dan makan siang, selanjutnya adalah sesi materi “Aspek Manajemen Keuangan di Organisasi Nirlaba”, yang dibawakan oleh Tri Purwanto. Dalam materi dijelaskan tentang, Akuntansi Organisasi Nirlaba, kemudian Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba (PSAK 45), juga Kewajiban Pajak bagi Organisasi Nirlaba.
Sesi sore sekaligus sesi pamungkas disampaikan oleh Eko K Komara. Materi yang dijelaskan antara lain megenai Analisa Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba, lalu soal Sistem Pengendalian dan Penaksiran Resiko Organsasi Nirlaba, kemudian terakhir mengenai Audit Organisasi Nirlaba.
Lokakarya sehari ini diikuti oleh 18 orang peserta yang berasal dari :
- Yayasan Air Putih, Agus Triwanto, Koordinator Badan Pelaksana Harian
- Indonesia Corruption Watch (ICW), Sely Martini, Wakil Koordinator
- AIKON, Enrico Salim, Koordinator
- PEKKA, Rika Mamesti , Supervisor Keuangan
- Perkumpulan LESMAN, Sigit Prihandono, Direktur Eksekutif
- Yayasan Interseksi, Sudiarto, Program Officer
- Aliansi Organis Indonesia (AOI), Ninthyas Ekawulandari, Direktur Internal
- Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Wahyu Wagiman, Deputi Direktur
- Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Yusup Napiri Maguantara, Koordinator Pelaksana Program
- Teater Satu, Iswadi pratama, Pimpinan umum
- Yayasan Jurnal Perempuan, Mariana Amiruddin, Direktur Eksekutif
- Lab Teater Ciputat, Kismayeni, Keuangan
- Ruang Rupa, Ajeng Nurul Aini, Manajer Umum
- Ruang Rupa, Laurentinus Daniel, Manajer Keuangan
- Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK), Rifah Zainani, Manager Organisasi
- Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK), Fransisca Carolina, Manajer Keuangan
- Common Room Networks Foundation, Gustaff Harriman Iskandar, Direktur
- Common Room Networks Foundation, Donna Satyadharma, Manajer Keuangan

Twitter
komunitas KeuanganLSM
Beranda
12 01 2012 



Leave a comment