Kabar

Liputan Lokakarya Batch 1 “Mereposisi Manajemen Keuangan untuk Menjawab Tuntutan Transparansi dan Akuntabilitas Organisasi Nirlaba di Indonesia”, Desember 2011

09 12 2011 0 Comment
Liputan Lokakarya Batch 1 “Mereposisi Manajemen Keuangan untuk Menjawab Tuntutan Transparansi dan Akuntabilitas Organisasi Nirlaba di Indonesia”, Desember 2011

HIVOS ROSEA bekerjasama dengan Yayasan Penabulu telah usai menghelat batch #1 Lokakarya sehari “Reposisi Manajemen Keuangan dalam Menjawab Tuntutan Transparansi dan Akuntabilitas Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia”.

Lokakarya digelar tanggal 7 Desember 2011, bertempat di Rumah Kemuning, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Lokakarya ini dihadiri para pengambil keputusan tertinggi di lembaga masing-masing.

Pembicara lokakarya adalah Gustaaf A Lumiu- mantan Direktur Keuangan Yayasan Kehati,  dan Bowo Priyatno- praktisi dan konsultan keuangan organisasi nirlaba. Selaku pengawal dan pemandu lokakarya adalah Eko K Komara dan Tripurwanto.

Tunggal Prawesti-Program Officer HIVOS, hadir dan memberikan “sekapur sirih”. Dalam kata sambutannya ia menguraikan latar belakang dan tujuan lokakarya ini. “Tuntutan transparansi dan akuntabilitas oleh publik dan lembaga donor makin kuat, cara pandang “tidak proporsional” tentang peran unit keuangan menjadikan unit keuangan diposisikan pada peran teknis yang minim, kemudian lemahnya pemahaman aspek keuangan di level pimpinan organisasi”.

“Sehingga diharapkan lokakarya ini mampu membangun kesadaran para pimpinan lembaga atas pentingnya peran pengelolaan keuangan pada organisasi nirlaba dan pada akhirnya, dapat semakin menguatkan kepercayaan publik kepada organisasi masyarakat sipil di Indonesia”.

Sesi pagi sampai siang diisi oleh Gustaaf A Lumiu. Materi pertama yang dibawakan adalah soal “Tuntutan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan organisasi nirlaba di Indonesia”. Point-point uraian materinya: Tuntutan terhadap lembaga baik dari donor, manajemen internal, komunitas, publik, dan negara.   Persaingan mendapatkan kepercayaan donor, publik, dan sumber pendanaan lainnya.  Prinsip-prinsip, standar dan aspek transparansi dan akuntabilitas organisasi nirlaba.

Materi kedua tentang “Peran Strategis Manajemen Keuangan dalam Organisasi Masyarakat Sipil”. Membahas soal   peran manajemen keuangan dalam organisasi nirlaba, kemudian bagaimana   menjawab tuntutan transparansi dan akuntabilitas.  Lalu bagaimana mekanisme pengambilan keputusan.  dan perencanaan di lembaga organisasi nirlaba.

Usai istirahat dan makan siang, selanjutnya adalah sesi materi “Aspek Manajemen Keuangan di Organisasi Nirlaba”, yang dibawakan oleh Bowo Priyatno. Dalam materi dijelaskan tentang, Sistem Pengendalian Internal dan Penaksiran Resiko, Perencanaan dan Penganggaran,  Informasi Keuangan dalam Pengambilan Keputusan. Dan Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba (PSAK 45)

Tambahan materi tentang Kewajiban Perpajakan bagi Organisasi Nirlaba, disampaikan oleh Tripurwanto, sedangkan Eko K Komara menjelaskan tentang Analisa dan Audit atas Laporan Keuangan.

Lokakarya sehari ini diikuti oleh 18 orang peserta yang berasal dari :

  1. Imparsial, Bhatara Ibnu Reza, Direktur Operasional
  2. PKBI Pusat, Drs. Nanang Munajat, MM, Wakil Direktur Eksekutif
  3. Pusat Kajian Gender dan Seksualitas FISIP UI, Ida Ruwaida Noor, Ketua
  4. Pusat Kajian Gender dan Seksualitas FISIP UI, Diana Pakasi, Finance
  5. Yayasan Satu Dunia, Rini Nasution, Direktur Eksekutif
  6. Yayasan Satu Dunia, Misan, Finance & Admin Officer
  7. Rujak Center for Urban Studies, Edhis Subhana, Kepala Kantor
  8. Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), Nia Sjarifudin, Sekjen
  9. Yayasan Field Indonesia, Novi Setia Budi, Finance & Admin Manager
  10. KSU Jatirogo, Siti Wahyu Kadarsih, Finance
  11. Fahmina Institute, Marzuki Wahid, Direktur
  12. Sapa Institut, Sri Mulyati, Koordinator Umum
  13. Sapa Institut, Siti Hasanah, Finance
  14. Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), Yety Sovi Rahayu, Finance & Admin Officer
  15. Perhimpunan Rahima, AD Eridani, Direktur
  16. Perkumpulan Telapak, Dion Dharmarini, Manager Keuangan
  17. Kapal Perempuan, Veronica Indriani, Anggota Dewan Eksekutif
  18. Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), Farhan, Finance Manager

 

 

 

 

 

 










Close It