Liputan Pelatihan Quantum, November 2011
Rumah Kemuning, 22-25 November 2011.
Untuk kali pertama Pelatihan Quantum Pengelolaan Keuangan Organisasi Nirlaba dihelat di Rumah Kemuning, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rumah Kemuning adalah rumah penghubung. Penghubung bagi banyak komunitas, program dan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat sipil Indonesia.
Pelatihan Quantum angkatan 16 ini diikuti oleh 12 peserta :
- Oktavera Rizki, Palang Merah Jerman
- Gabrielis Dua Ketik, Caritas Maumere
- Olvanti Anastasia Gulo, Caritas Maumere,
- Yosephina Dafrosa, Caritas Maumere
- Yenny Farlina Yoris, United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC)
- Sazali, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)
- Karina Sari, Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO)
- Romdiyah Dewanty, Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO)
- Yeni Maryani, Sajogjo Institute (SAINS)
- Ratna Dwi Puspitasari, Yayasan Penabulu
- Khikmatul Islah, Perkumpulan Mitra TIK Indonesia / ICT Watch
- Ruth Martha Winnie, Sawit Watch
Pelatihan empat hari ini di kawal oleh NM. Ruliadi, fasilitator regular Yayasan Penabulu yang berpengalaman dalam mengawal pelatihan-pelatihan Penabulu. Sesi perkenalan dibawakan secara unik, peserta diminta memperkenalkan dirinya dengan cara menggambar satu simbol sebagai perwujudan diri, perilaku, sifat, minat, dan hobbynya.
Usai perkenalan, materi pelatihan hari pertama berupa Sistem Pengendalian Internal (SPI), disampaikan oleh Agung Banardono. Materi yang dibahas dalam sesi ini antara lain, fungsi dan tujuan SPI, unsur pokok dan komponen utama dalam SPI. Materi selanjutnya, masih dibawakan oleh Agung Banardono. Materinya adalah Sistem Akuntansi dan Keuangan Organisasi Nirlaba, dalam sesi ini peserta secara berkelompok diajak untuk menyusun dan merumuskan sebuah prosedur dan system keuangan bagi organisasi nirlaba. Setelahnya masing-masing kelompok diminta mempresentasikan hasil belajarnya.
Dihari kedua, Paul Mario Ginting, membawakan materi Penganggaran Organisasi Nirlaba. Pokok materi yang disampaikan antara lain, apa manfaat anggaran, apa saja prinsip dalam melakukan penganggaran, dan siapa saja pihak yang terlibat dalam proses didalamnya. Sesi selanjutnya adalah Akuntansi Organisasi Nirlaba, pematerinya adalah Tri Purwanto. Peserta berdiskusi dan sharing soal proses dan tahapan akuntansi, karakteristik akuntansi organisasi nirlaba, dan cara penyusunan laporan akuntansi sesuai PSAK 45.
Hari ketiga, kembali Tri Purwanto sebagai narasumber menyampaikan materi Perpajakan Organisasi Nirlaba. Sesi ini menjelaskan tentang jenis-jenis pajak, macam-macam obyek pajak, tarif, penghitungan, dan pemotongan pajak, serta cara bayar dan lapor pajak. Seusai sesi ini, materi berikutnya adalah Pencatatan Transaksi Keuangan Sederhana, yang dibawakan oleh Mumu Mulyadi dan Septina Sitompul. Dalam sesi ini peserta diajak untuk mengerjakan simulasi pencatatan menggunakan Prosak. Dalam simulasi prosak ini, peserta mengerjakan soal-soal prosak relatif mudah dan lancar yang kemudian ditutup dengan pengenalan rumus-rumus yang digunakan dalam prosak.
Dihari terakhir pelatihan, peserta mendapat materi tentang Komputerisasi Akuntansi Organisasi Nirlaba. Narasumbernya adalah Syarif Hidayat. Peserta mendapatkan trik dan tips dalam mencatat akuntansi menggunakan software keuangan. Selanjutnya sebagai materi pamungkas adalah Audit Organisasi Nirlaba. Materi ini dibawakan oleh Eko K Komara. Pokok-pokok materinya antara lain: jenis-jenis audit, persiapan dan cara memilih auditor, cara kerja auditor, dan jenis-jenis opini audit.

Twitter
komunitas KeuanganLSM
Beranda
28 11 2011 



Leave a comment